WISATA PALEMBANG: Bukit Siguntang Kini Miliki Galeri Informasi

Oleh: Dinda Wulandari 27 Juni 2018 | 11:59 WIB
Gubernur Sumsel Alex Noerdin (ketiga kiri) meninjau Galeri Bukit Siguntang saat peresmian. Istimewa./.Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Situs wisata sejarah Bukit Siguntang Palembang resmi memiliki galeri Bukit Siguntang yang memberikan kemudahan dan pengetahuan bagi wisatawan untuk mengetahui perkembangan dan sejarah Sumsel.

Isi Galeri Bukit Siguntang bisa disebut multikomponen side karena terdapat peninggalan masa Sriwijaya yang ditemukan berupa struktur batu bata, arca padat dan arca Sakyamuni.

Termasuk pula prasasti Bukit Siguntang serta keramik-keramik yang menjadi bukti adanya peribadatan karena terdapat guci-guci yang biasa dipakai para bhiksu

"Ini salah satu destinasi wisata, walaupun masih banyak hal yang mesti dibenahi tetapi gagasan ini bagus. Dahulu tempat ini menjadi pusat agama Budha dan pada zaman kesultanan Palembang Darussalam merupakan tempat berkumpulnya paraadipati-adipati," kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin disela peresmian Galeri, Selasa (26/6/2018).

Alex mengatakan Bukit Siguntang merupakan situs wisata sejarah dan bentang alam tertinggi di Kota Palembang, dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan untuk menarik wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, penataan Bukit Siguntang harus terus berlanjut agar senantiasa menarik, aman, dan nyaman bagi wisatawan seperti pusat informasi, galeri, kedai kopi dan sebagainya yang bertujuan menampilkan sisi lain dari Bukit Siguntang sebagai destinasi wisata sejarah.

“Peresmian Galeri ini adalah langkah lompatan yang besar namun harus diiringi juga dengan SDM yang profesional,” katanya.

Dia menambahkan Bukit Siguntang seluas 16 hektare itu merupakan aset yang penting untuk pariwisata Kota Palembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn mengatakan dalam Galeri Bukit Siguntang terdapat informasi bagi masyarakat bahwa Bukit Siguntang memiliki arti penting bagi sejarah melayu sebagai tempat turunnya raja-raja melayu.

"Galeri ini memicu kita semua untuk menghargai dan memelihara budaya masa lampau sebagai bekal budaya masa depan. Bagaimana kita menyongsong budaya masa depan haruslah berawal dari budaya masa lampau," ujarnya.

Editor: Linda Teti Silitonga

Berita Terkini Lainnya