DPD REI Batam Tawarkan Solusi Atasi Rumah Liar

Oleh: Sarma Haratua 24 Juni 2018 | 18:20 WIB
DPD REI Batam Tawarkan Solusi Atasi Rumah Liar
Pemandangan satu sudut Kota Batam/Reuters-Edgar Su

Bisnis.com, BATAM – DPD REI Khusus Batam menawarkan program kerjasama pembangunan rumah murah bagi penghuni rumah liar di Batam.

REI bersedia membangun rumah murah di atas lahan Kaveling Siap Bangu (KSB) yang disediakan oleh BP Batam.

Ketua DPD REI Khusus Batam Achyar Arfan mengclaim, program kerjasama yang ditawarkan pihaknya bisa membantu relokasi penghuni rumah liar yang tersebar di 83 titik di seluruh Batam.

“Bentuk kerjasamanya nanti bisa kita excercise bersama. Lahan KSB milik BP Batam, sementara developer membangun. Dengan demikian harganya bisa lebih murah,” ujar Achyar, Minggu (24/6).

Saat ini ada sekitar 2.400 hektar lahan KSB yang ada di seantero Batam. Namun menurut pengamatannya hanya sekitar 50 persen yang telah dibangun. Artinya masih ada cadangan tanah yang masih bisa dimanfaatkan.

Di sisi lain, masalah menjamurnya rumah liar di Batam semakin sulit dikendalikan. Biasanya setelah digusur, penghuni akan diberikan KSB oleh BP Batam beserta uang ganti rugi oleh pemerintah daerah.

Namun kebanyakan KSB yang diberikan saat relokasi tak dibangun. Alasan paling umum adalah karena tak punya biaya. KSB ini biasanya dijual kembali untuk mendapatkan uang, sementra penerima pertama kembali mendirikan rumah liar di lokasi berbeda.

“BP Batam khawatir kejadian yang lalu terjadi, dimana BP batam memberikan KSB ternayta disalahgunakan dengan dijual belikan, kerjasama yang kami tawarkan bisa jadi solusi,” paparnya.

Beberapa pihak juga sudah menunjukan dukungan untuk merealisasikan rumah murah ini. Bright PLN Batam sudah bersedia menyambung listrik 6 ampere ke rumah murah. Selama ini Bright PLN Batam hanya mau menyambung listrik 10 ampere.

Kedepan DPD REI Khusus Batam juga akan minta PT. Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pemasok air bersih untuk memberikan treatment husus untuk penyambungan rumah murah. Dengan demikian biaya pembangunan rumah murah bisa ditekan, sehingga bisa lebih terjangkau.

Selain dengan BP Batam, kerjasama ini juga rencana akan melibatkan perbankan. Karena bekerjasama dengan pemerintah, dia yakin perbankan akan lebih pede menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Selain menyasar penghuni Rumah Liar, program ini juga menyasar angkatan kerja yang belum memiliki properti di Batam. Angkatan kerja di batam diperkirakan sebesar 400 ribu. Menurut perhitungannya, sekitar 70 persen dari angkatan kerja itu memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta.

Dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta, sulit bagi pekerja di Batam memiliki properti. Salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah rumah murah. “Di BTN cicilannya bisa Rp 1 juta/ bulan,” jelasnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo tertarik dengan konsep kerjasama yang ditawarkan DPD REI Khusus Batam. Menurutnya lebih baik KSB dibangun oleh developer, alih-alih membiarkan masyarakat membangun sendiri.

“Kalau dibangun masyarakat juga sayang, karena lebih sering dibangunnya pas-pasan. Pas betul ide ini datang ketika kita sedang mau eksplore,” ujarnya.

BP Batam akan mengidentifikasi lahan-lahan KSB yang masih belum dibangun, sebelum menentukan titik mana yang akan dikerjasamakan dengan pengembang. Dengan demikian, BP Batam bisa memastikan lahan KSB dibangun dengan rapi sejak awal.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya