Tinjau Korban dan Lokasi Kapal Tenggelam, Plh Gubernur Sumut Ingatkan Pentingnya Aspek Keselamatan

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 20 Juni 2018 | 02:32 WIB
Tinjau Korban dan Lokasi Kapal Tenggelam, Plh Gubernur Sumut Ingatkan Pentingnya Aspek Keselamatan
Personil Basarnas merapatkan kapal usai melakukan pencarian penumpang korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa (19/6/2018) dini hari./ANTARA-Lazuardy Fahmi

Bisnis.com, MEDAN- Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) R Sabrina mendatangi dua titik posko yang berada di Tigaras Kabupaten Simalungun dan Simanindo Kabupaten Samosir guna meninjau lokasi dan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.

Berdasarkan data yang tercatat di Posko, tenggelamnya kapal Sinar Bangun ini mengakibatkan satu orang korban.meninggal, 18 korban luka, sementara 104 lainnya masih dalam pencarian.

Data tersebut tercatat di posko setelah sejumlah pihak melaporkan kehilangan sanak keluarga dan kerabatnya kepada petugas setempat, dan kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan berharap tim SAR segera menemukan korban yang masih hilang,” ujar Sabrina seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Bisnis Selasa (19/6/2018) malam.

Terkait insiden ini, Sabrina meminta agar semua pihak terkait ikut mendorong kesadaran bersama pentingnya keselamatan penumpang dalam hal pelayaran. Dia menyebutkan bahwa standarisasi keselamatan seperti pelampung merupakan keharusan dan tanpa alasan apapun keamanan harus jadi prioritas.

"Mungkin ke depan kita harus menyadarkan bahwa pelampung itu penting. Kepada pengelola pelayaran juga, harus ada. Terutama kepada penumpang, jangan karena merasa dekat, lantas itu tidak penting. Kalau perlu penumpang meminta dan menuntut. Karena kan kita sudah bayar," ujar Sabrina.

Menurutnya, selain pembelajaran terhadap standarisasi penyelamatan pelayaran, seluruh pihak juga harus mempelajari bahwa Danau Toba sebagai satu danau terbesar dunia, punya keunikan tersendiri. Hal ini, katanya, karena luasnya sudah mirip seperti laut dengan ombak besar dan angin kencang.

"Kita tidak tahu bagaimana arus di bawah ini. Karena di dalamnya banyak palung. Belum lagi angin cukup kuat karena dikelilingi bukit," sebutnya.

Bahkan, khusus kepada masyarakat setempat dia memunta agar tidak menganggap remeh keadaan di Danau Toba mengingat kecelakaan yang terjadi pada masa lalu juga memakan korban warga setempat yang punya keahlian berenang. 

"Jadi ini agak khusus, walaupun masyarakat di sini jago berenang, menguasai daerahnya, tetapi unsur keselamatan itu masih harus kita utamakan," jelas Sabrina, yang juga menjabat Sekdaprov Sumut.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon menyebutkan, untuk sementara operasional penyeberangan dari Simanindo-Tigaras dan sebaliknya dihentikan hingga ada konfirmasi lebih lanjut terkait perkembangan terbaru dari korban yang masih belum ditemukan.

Editor: Andhika Anggoro Wening

Berita Terkini Lainnya