Produk Unlimited Bakal Jadi Sarana Kuasai Pasar Seluler

Oleh: Duwi Setiya Ariyanti 14 Juni 2018 | 09:20 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Produk dengan label 'unlimited' atau tanpa batas bakal dipakai untuk menguasai pasar seluler.

Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys mengatakan produk unlimited yang dikeluarkannya dengan kecepatan 4G bakal bisa menarik jumlah nomor ke jaringan. Pasalnya, dia mengklaim produk yang dikeluarkan tak bisa diduplikasi operator lain.

Menurutnya, produk unlimited bakal digunakan perusahaan untuk menggaet konsumen. Untuk kategori pasar yang sama, dia menyebut baru perusahaannya yang menawarkan paket unlimited lebih baik.

Alasannya, dengan ketersediaan jaringan dan kecepatan rata-rata saat ini, Merza menyebut tak ada operator yang menawarkan kombinasi harga murah ditambah kualitas jaringan mumpuni. Bila dibandingkan dengan pesaing di segmen pelanggan yang sama, Merza berujar tak ada rival yang sepadan. Meskipun dari sisi harga beda tipis dengan Indosat yang menawarkan paket Rp1.000 per GB per hari, dia mengklaim produknya lebih unggul.

"Kami bikin produk baru yang orang lain enggak bikin. Unlimited tenanan, punya Smartfren beneran," ujarnya belum lama ini.

Dari Laporan terbaru yang dirilis OpenSignal bertajuk State of Mobile Networks: Indonesia, Telkomsel kalah dari sisi ketersediaan jaringan dan kecepatan secara keseluruhan kendati telah meraih lima kategori. Adapun, lima kategori yang diunggulkan yakni kecepatan unduh 3G dan 4G, latensi rendah untuk 3G dan 4G serta kecepatan pengunggahan 4G.

Di seberang Telkomsel, terdapat Smartfren yang menempati dua kategori yakni unggul di kecepatan pengunduhan keseluruhan dan ketersediaan 4G.

Bila diurutkan dari sisi kecepatan rata-rata pengunduhan, latensi dan ketersediaan, tak ada operator yang memuncaki ketiga kategori ini. Telkomsel berada di urutan pertama dari sisi kecepatan rata-rata pengunduhan dengan 12,86 Mbps dan waktu tunda atau latensi terendah yakni 45,53 ms. Namun, rendah untuk ketersediaan jaringan 4G dengan hanya 69,56%.

Di posisi kedua, terdapat Smartfren dengan kecepatan rata-rata pengunduhan sebesar 9,83 Mbps dan latensi di 60,18 ms serta ketersediaan jaringan 4G tertinggi dengan 92,59%. Di posisi ketiga, terdapat XL dengan kecepatan rerata pengunduhan 8,86 Mbps, latensi di 61,01 ms dan ketersediaan jaringan 4G di 76,22%.

Di bawah XL, terdapat Hutchison 3 dengan kecepatan unduh rerata sebesar 4,57 Mbps, latensi di 58,08 ms dan ketersediaan jaringan 83,66%. Di urutan paling buncit, terdapat Indosat dengan kecepatan unduh rerata sebesar 4,79 Mbps, latensi tertinggi yakni 73,64 ms dan ketersediaan jaringan 70,84%.

Dia menuturkan bila nanti terjadi 'perang' produk unlimited maka kekuatannya tergantung pada bandwidth masing-masing operator. Selain harga, kualitas jaringan, menurutnya menjadi pertimbangan konsumen memilih produk seluler. Oleh karena itu, pihaknya memperkuat kualitas pelayanan melalui pemadatan jaringan di 200 kota eksisting.

"Sekarang konsumen semakin demanding," katanya.

Editor: Mia Chitra Dinisari

Berita Terkini Lainnya