Mudik Lebaran 2018: KAI Divre III Prediksi Jumlah Penumpang Naik 7%

Oleh: Dinda Wulandari 11 Juni 2018 | 06:44 WIB
Mudik Lebaran 2018: KAI Divre III Prediksi Jumlah Penumpang Naik 7%
Pemudik Kereta Api. /Antara

Bisnis.com, PALEMBANG -- PT KAI Divre III Palembang memerkirakan jumlah penumpang meningkat hingga 7% pada mudik Lebaran tahun ini, dibanding momen yang sama tahun sebelumnya.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan peningkatan arus penumpang sudah mulai terlihat sejak Sabtu (9/6/2018). Kondisi itu mengingat sejumlah instansi dan perusahaan sudah memasuki masa libur atau cuti bersama.

"Secara total, selama diprediksi ada kenaikan sekitar 5%-7% dibanding tahun lalu," sebutnya, Minggu (10/6/2018).

Untuk mengatasi peningkatan tersebut, pihaknya sudah melakukan penambahan gerbong kereta untuk jurusan Kertapati--Lubuklinggau dan sebaliknya.

Aida menjelaskan untuk kereta jurusan Kertapati ke arah Lubuklinggau, penambahan gerbong dilakukan pada tanggal-tanggal ganjil. Adapun kereta dari arah Lubuklinggau menuju Kertapati dilakukan penambahan pada tanggal genap selama masa angkutan Lebaran.

Perusahaan telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2018 selama 22 hari, yakni mulai selama 5 Juni-26 Juni 2018 atau H-10 hingga H+10 Lebaran. 

Selama masa angkutan lebaran 2018, KAI Divre III menyiapkan 59.444 tempat duduk. Jumlah tempat duduk per hari sebanyak 2.702 tempat duduk untuk KA Komersial Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Ekonomi Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Komersial Limeks Sriwijaya relasi Kertapati – Tanjung Karang, dan KA Ekonomi Rajabasa relasi Kertapati –Tanjungkarang.

Dia melanjutkan puncak arus mudik diperkirakan baru akan terjadi pada Rabu, (13/6) atau H-2 Lebaran dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, (17/6) atau H+1 Lebaran.

Aida memastikan pihaknya telah siap melayani penumpang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran 2018.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, titik berat pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini terletak pada faktor keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan KA," sebutnya.

Untuk keselamatan perjalanan KA, pihaknya meningkatkan pengawasan di daerah rawan dengan menyiagakan petugas posko dan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, dan menambah pemeriksa jalur. Selain itu, tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rintang jalan (rinja) atau Peristiwa Luar Bisa Hebat (PLH).

"Kami juga menyiapkan tenaga keamanan angkutan Lebaran dari internal, seperti Polsuska dan satpam, serta eksternal yakni TNI/Polri untuk mengamankan area KA yang terbagi atas pengawalan di atas KA, stasiun, dan di jalur KA," ucap Aida.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya