MUDIK LEBARAN 2018: KAI Divre III Prediksi Jumlah Penumpang Naik 7%

Oleh: Dinda Wulandari 10 Juni 2018 | 23:18 WIB
MUDIK LEBARAN 2018: KAI Divre III Prediksi Jumlah Penumpang Naik 7%
Pemudik Kereta Api (KA) /Antara-Oky Lukmansyah

Bisnis.com, PALEMBANG -- PT KAI Divre III palembang memerkirakan jumlah penumpang meningkat sekitar 7% pada mudik Lebaran tahun ini dibanding momen yang sama tahun sebelumnya.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan peningkatan arus penumpang sudah mulai terlihat sejak Sabtu (9/6/2018).

Kondisi itu mengingat sejumlah instansi dan perusahaan sudah memasuki masa libur atau cuti bersama.

"Secara total selama angkutan lebaran diprediksi ada kenaikan sekitar 5% hingga 7% dibanding tahun lalu," katanya, Minggu (10/6/2018).

Aida mengatakan untuk mengatasi peningkatan tersebut pihaknya sudah melakukan penambahan gerbong kereta untuk jurusan Kertapati--Lubuklinggau dan sebaliknya.

Dia menjelaskan, untuk kereta jurusan Kertapati ke arah Lubuklinggau penambahan gerbong dilakukan pada tanggal-tanggal ganjil, sementara dari arah Lubuklinggau menuju Kertapati saat tanggal genap selama masa angkutan Lebaran.

Perusahaan telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2018 selama 22 hari, yakni mulai tanggal 5 Juni 2018 (H-10) s.d.26 Juni 2018 (H+10).

Selama masa angkutan lebaran 2018, kata Aida, PT KAI Divre III secara total menyiapkan 59.444 tempat duduk, dengan jumlah per hari sebanyak 2.702 tempat duduk untuk KA Komersial Sindang Marga relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Ekonomi Serelo relasi Kertapati – Lubuk Linggau (PP), KA Komersial Limeks Sriwijaya relasi Kertapati – Tanjung Karang, KA Ekonomi Rajabasa relasi Kertapati –Tanjungkarang.

Dia melanjutkan puncak arus mudik diperkirakan baru akan terjadi pada Rabu, 13 Juni 2018 (H-2) dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 17Juni 2018 (H+1).

Dia menambahkan pihaknya telah bersiap melayani penumpang dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran 2018.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, titik berat pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini terletak pada faktor keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan KA," katanya.

Untuk keselamatan perjalanan KA, pihaknya meningkatkan pengawasan di daerah daerah rawan dengan menyiagakan petugas posko dan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, menambah pemeriksa jalur. Selain itu, tenaga flying gankdisiagakan 24 jam apabila terjadi rinja (rintang jalan) atau PLH (peristiwa luar biasa hebat).

"Kami juga menyiapkan tenaga keamanan angkutan Lebaran dari internal (Polsuska dan satpam) serta eksternal (TNI/Polri) untuk mengamankan area KA yang terbagi atas pengawalan di atas KA, stasiun, dan di jalur KA," katanya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya