Revitalisasi Pasar Cinde Molor Dua Tahun, Tak Bisa Sokong Asian Games

Oleh: Dinda Wulandari 07 Juni 2018 | 20:29 WIB
Revitalisasi Pasar Cinde Molor Dua Tahun, Tak Bisa Sokong Asian Games
Gubernur Sumsel Alex Noerdin (tengah) saat peresmian ground breaking Aldiron Plaza Cinde./Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan menyayangkan molornya pembangunan Aldiron Plaza Cinde hingga 2 tahun sehingga tidak bisa digunakan pada pelaksanaan Asian Games di Palembang.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan terlambatnya pembangunan tersebut karena adanya pihak yang menolak pembangunan Aldiron Plaza Cinde sehingga memerlukan perundingan yang alot hingga 2 tahun.

“Seharusnya pembangunan Pasar Cinde menjadi pasar tradisional yang modern bersih dan nyaman tersebut sudah selesai karena semestinya sudah mulai dibangun 2 tahun lalu,” katanya saat meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan Aldiron Plaza Cinde, Rabu (6/6/2018).

Alex menjelaskan penolakan revitalisasi yang dilayangkan sejumlah pihak dengan alasan pasar tersebut merupakan cagar budaya.

Menurut gubernur, berdasarkan undang-undang cagar budaya bangunan di atas 50 tahun memang tidak boleh di bongkar, akan tetapi ada beberapa klausul yang memungkinkan diantaranya membangun dengan tidak menghilangkan keasliannya.

“Kalau tiang-tiang cendawan itu sudah keropos dan kapan saja bisa hancur. Kalau ada gempa kecil saja sampai kesini bisa runtuh. Sementara kalau mau diperbaiki saja tidak bisa karena peralatan berat tidak bisa masuk. Jadi jalan satu-satunya direnovasi,” katanya.

Dia melanjutkan pemprov berharap pengelola Aldiron Plaza Cinde agar memprioritaskan pedagang lama Pasar Cinde.

Alex mengharapkan para pedagang lama pasar cinde mendapat jaminan bahwa tetap bisa berdagang setelah pembangunan selesai nanti.

“Yang saya minta itu pedagang lama yang memang berdagang di sini harus diprioritaskan. Mereka harus mendapat jaminan kalau mereka tetap berdagang di sini. Setelah itu baru boleh masuk pedagang yang baru,” katanya.

Sementara itu, CEO Aldiron Hero Group Aldrin L. Tando mengatakan, sudah sejak beberapa tahun yang lalu pihaknya berkeinginan membangun di Kota Palembang karena tertarik dengan visi-misi pembangunan Palembang sebagai Ibu Kota Sumsel.

“Kami mulai sudah 2 tahun lalu. Kami berkeinginan membangun di Palembang karena melihat visi pembangunan yang dilakukan gubernur Alex Noerdin, visi beliau ini sudah sangat modern,” katanya.

Aldiron Plaza Cinde sendiri merupakan pasar modern dengan konsep terpadu antara hunian, pasar dan transportasi.

Setelah selesai dibangun, pasar tradisional modern ini bisa diberikan fasilitas pendingin bagi para pedagang buah dan daging sehingga dagangannya bisa bertahan lebih lama.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya