Sumsel Waspadai Empat Kerawanan Menjelang Idul Fitri

Oleh: Dinda Wulandari 07 Juni 2018 | 19:57 WIB
Sumsel Waspadai Empat Kerawanan Menjelang Idul Fitri
Alex Noerdin/Antara-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan mencermati terdapat empat potensi kerawanan yang perlu diwaspadai menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan untuk mencegah potensi kerawanan tersebut maka pihaknya sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainnya.

Potensi kerawanan pertama, kata Alex terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel/mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.

“Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dan stakeholders terkait guna mengatasi hal ini,” katanya, Kamis (7/6/2018).

Dia melanjutkan potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus bailk.

Menurut dia, hasil survei jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik Lebaran.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya membenarkan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat,” katanya.

Gubernur meminta optimalisasi pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.

Kemudian, potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperi curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

“Saya juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam,” katanya.

Potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, Alex menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang dimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror di seluruh Polda jajaran.

Disamping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, mako Polri serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian. Perkuat pengaman pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata.

“Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerja sama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholder terkait lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meminta kepada pasukan yang tergabung dalam Musi-2018 agar benar-benar menjaga keamanan di Sumsel.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya