Harga Sembako Turun, Sumut Raih Deflasi 0,74%

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 04 Juni 2018 | 19:10 WIB
Kepala Bulog Divre I Sumut Benhur Ngkaimi ketika menunjukkan beras impor asal Thailand di Gudang Bulog Sumut Jumat (9/3/2018). Beras impor asal Thailand merupakan beras premium dengan broken atau pecahan 5% yang akan disimpan di Gudang hingga ada perintah dari pemerintah untuk didistribusikan. Bisnis/Juli Etha Ramaida Manalu

Bisnis.com, MEDAN – Sumatra Utara mencatatkan deflasi sebesar 0,74% selama Mei 2018 didorong deflasi yang terjadi di seluruh kota IHK (Indeks Harga Konsumen yang ada Di Provinsi ini.

Deflasi di masing-masing kota IHK bervariasi mulai dari  Sibolga dengan 0,07%, Pematangsiantar 0,01%, Medan  0,86%, dan Padangsidimpuan 0,55%. 

"Seluruh kota IHK di Sumatra Utara mengalami deflasi. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan Mei 2018 mengalami deflasi sebesar 0,74 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark Sitinjak Senin (4/6/2018).

Dia menjelaskan bahwa deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang  ditunjukkan oleh turunnya indeks tiga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,67%, kelompok transportasi,  komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35%, dan kelompok 

kesehatan sebesar 0,01%.

Sementara itu, kelompok yang  mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman,  rokok dan tembakau sebesar 0,03%, kelompok perumahan, air,  listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,39%, kelompok sandang  sebesar 0,30%, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,01%.

Adapun komoditas utama penyumbang deflasi selama bulan Mei 2018 khususnya di Medan antara lain cabai merah, bawang putih, angkutan udara, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, dan cabai hijau.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya