PTPN Berencana Bangun Rumah Karyawan dan Pensiunan, Jajaki Kerja Sama Dengan BTN

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 30 Mei 2018 | 10:09 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, LABUHAN BATU SELATAN - PT Perkebunan Nuasantara Holding berencana menyediakan perumahan layak bagi para pegawai dan pensiunannya.

Direktur SDM dan Umum Holding Perkebunan Nusantara Seger Budiarjo menyebutkan pihaknya akan bekerja sama dengan Bank BTN untuk menyiapkan skema pembiayaan untuk keperluan tersebut.

“Nanti tentunya adalah bagaimana kita menyiapkan program atau produk dari BTN untuk para pegawai PTPN itu sendiri, termasuk yang menjadi concern Bapak Bupati, bagi pegawai yang akan memasuki purna tugas,” katanya kepada Bisnis, Senin (28/5/2018).

Selain meyiapkan skema pembiayaan bagi kepemilikan rumah pribadi para karyawan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Bank BTN untuk memperbaiki rumah dinas karyawan PTPN.

Menurut Seger, saat ini ada hampir 100.000 rumah dinas yang ditempati karyawan PTPN I hingga PTPN XIV yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia. Rumah-rumah dinas tersebut, katanya, tidak seluruhnya dalam keadaan baik dan untuk itu memerlukan renovasi.

“Hampir 100.000 rumah karyawan dari PTPN I-XIV, yang tidak seluruhnya rumah dinas karyawan yang dikebun-kebun itu dalam kondisi baik, sehinga kami akan bekerja sama dengan bank BTN menyiapkan skema atau produk yang pas dengan PTPN,” katanya.

Hal ini disampaikan Seger menaggapi pernyataan Bupati Labuhan Batu Selatan (Labusel) Wildan Aswan Tanjung yang menyebutkan banyaknya pensiunan pegawai di Labuhan Batu Selatan baik dari BUMN maupun Swasta yang tidak memiliki tempat tinggal pribadi setelah pensiun.

Minimnya angka kepemilikan rumah oleh para pensiunan ini, menurutnya menjadi salah satu faktor tingginya angka kemiskinan di Labusel.

Berdasarkan keterangan Wildan, saat ini Labusel berada di peringkat ke 8 dari 33 kabupaten yang ada di Sumatra Utara untuk tingkat kemiskinannya. Padahal, produk domestik regional bruto (PDRB) Labusel berada di urutan tertinggi ketiga dibandingkan kabupaten atau kota lainnya di Sumut.

“Sungguh sayang, dia pensiun menjadi pegawai di BUMN tetapi tidak memiliki rumah. Inilah salah satu penilaian dari pada angka kemiskinan sehingga kita lebih tinggi dari kabupaten/kota yang kita anggap di bawah kita,” katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya