Peletakan Batu Pertama Bandara Labusel Diharapkan Terealisasi 2019

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 29 Mei 2018 | 21:00 WIB
Peletakan Batu Pertama Bandara Labusel Diharapkan Terealisasi 2019
Ilustrasi bandara/Bisnis-Rivki Maulana

Bisnis.com, LABUHAN BATU SELATAN— Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Selatan berharap peletakan batu pertama pembangunan bandar udara di kabupaten tersebut bisa segera dilakukan pada 2019.

Bupati Labuhan Batu Selatan (Labusel) Wildan Aswan Tanjung menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan termasuk pemenuhan prosedur perundang-undangan terkait rencana pembangunan bandara di kabupaten ini.

“Kita upayakan 2019 ini minimal Pak Presiden sudah bisa berhadir untuk meresmikan peletakan batu pertama, begitu,” katanya kepada Bisnis, Senin (29/5/2018).

Setelah melewati proses penetapan lokasi, saat ini, selain proses perundang-undangan pihaknya juga akan melakukan appraisal (penilaian) harga tanah.

Pasalnya, bandara tersebut rencananya akan dibangun di lahan seluas lebih 236 hektar yang merupakan milik warga.

Bandar ini nantinya direncanakan berdiri di Desa Hajoran, Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungai Kanan, Labusel.

Penilaian harga yang pas ini, menurutnya penting agar tak ada warga yang merasa dirugikan.

Setelah proses appraisal selesai, pihaknya akan memulai langkah berikutnya yakni akuisisi atau pembelian tanah dari warga yang diharapkan bisa selesai tahun ini.

“Kita upayakan karena kalau kita tidak menyelesaikan di 2018 untuk pelepasan tersebut, maka sesuai dengan undang-undang, yang telah kita muat di APBD kita itu mungkin nantinya harus ada pergeseran,” jelasnya.

Untuk 2018 sendiri dana sebesar Rp25 miliar telah dialokasikan untuk rencana pembangunan bandara ini.

Menurut Wildan, dana ini digunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan seperti perjalanan, pembentukan tim, juga rapat-rapat terkait rencana pembangunan bandara.

Namun, dirinya mengakui tidak mengetahui secara pasti berapa besar dana yang telah terpakai berikut peruntuknnya secara detail.

“Saya belum mengetahui kalau sejauh itu,” katanya.

Setelah tahap pelepasan tanah selesai, Wildan berharap pembangunan bandara ini bisa dilakukan secara swadaya.

Dengan hadirnya sejumlah perusahaan di Kabupaten Labusel, dia berharap bisa mengajukan proposal ke perusahaan-perusahaan tersebut untuk turut memberikan sumbangsih bagi pembangunan bandara ini.

“Kalau sudah kita lepasankan di 2018 ini, maka kita minta secara swadaya ya seperti halnya jalan yang kita buka 7,7 km yang sudah kita serahkan ke pemerintah pusat . Dengan hadirnya perusahaan-perusahaan yang ada, mungkin kita buat proposal, misalnya minta bantuan alat berat,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya belum memiliki target tertentu terkait waktu penyelesaian dan pengoperasian bandara. Begitu pula dengan taksasi total dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya