Wamen ESDM Resmikan Listrik Energi Terbarukan di Sumbar

Oleh: Heri Faisal 25 Mei 2018 | 17:46 WIB

Bisnis.com, PADANG—Pemerintah meresmikan pemanfaatan bantuan pembangunan sumur bor dan pembangkit listrik energi baru dan terbarukan di Sumatra Barat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan bantuan pemerintah berupa pembangunan sembilan unit sumur bor di sejumlah daerah di Sumbar, dan pembangkit listrik tenaga hidro mikro (PLTMH) serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Artinya masyarakat sudah bisa memanfaatkan bantuan ini secara penuh, untuk kebutuhan air bersih dan kebutuhan listrik,” katanya, Kamis (24/5/2018).

Dia mengatakan bantuan tersebut dibangun pada 2016 – 2017 oleh Kementerian ESDM di wilayah Sumbar dengan rincian sebanyak sembilan unit sumur bor, yang setiap unitnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 500 kepala keluarga (KK).

Menurutnya, program sumur bor adalah upaya untuk memfasilitasi masyarakat daerah terpencil untuk mendapatkan akses air bersih yang memadai. Tahun lalu, imbuhnya, pihaknya berhasil membangun 237 unit sumur bor dari target 250 unit di seluruh Tanah Air.

Untuk di Sumbar, bantuan sembilan unit sumur bor itu ditempat di tujuh kabupaten/kota yakni di Kabupaten Agam sebanyak tiga unit, tepatnya di Nagari Padang Tarok, Nagari Kamang Mudiak, dan Nagari Salareh Aia.

Kemudian di Kelurahan Bukit Apit Puhun, Kota Bukittinggi, Nagari Ambung Kapua Sungai Sariak, Padang Pariaman, Nagari Tarung-tarung, Pasaman, Nagari Parit, Pasaman Barat, Kelurahan Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, dan Nagari Lubuk Tarok, Sijunjung.

Selain itu, untuk PLTMH sudah dibangun sebanyak tiga unit, yakni dua unit di Kabupaten pasaman dengan total kapasitas 125 kW yang melistriki 277 KK, serta satu unit di Pasaman Barat dengan kapasutas 50 kW yang mencukupi kebutuhan listrik 155 KK.

Kemudian untuk energi terbarukan dari tenaga matahari atau PLTS dibangun sebanyak 17 unit dengan rincian 15 unit PLTS di Mentawai dengan total kapasitas 700 kWp yang melistriki 2.033 KK.

Sisanya, yaitu di Kabupaten Solok dan Solok Selatan masing-masing memiliki kapasitas 50 kW dan 30 kW yang melistriki 163 KK dan 82 KK.

Arcandra berharap ke depan akan semakin banyak dikembangkan listrik dari energi baru dan terbarukan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya