Palembang Miliki 34 Kolam Retensi untuk Atasi Banjir

Oleh: Dinda Wulandari 25 Mei 2018 | 09:37 WIB
Palembang Miliki 34 Kolam Retensi untuk Atasi Banjir
Ilustras: Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan/Indonesia Travel

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mencatat telah membangun 13 kolam retensi selama kurun 5 tahun terakhir untuk mengatasi banjir di kota itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Palembang, Ahmad Bastari, mengatakan pembangunan itu membuat Kota Palembang memiliki 34 kolam retensi yang tersebar di berbagai lokasi.

“Idealnya kebutuhan kolam retensi di Palembang sebanyak 77 unit. Kami berupaya terus menambah, tahun ini sedang dibangun tiga kolam lagi,” katanya, Jumat (25/5/2018).

Bastari mengatakan pembangunan kolam tersebut menggunakan dana yang bersumber dari kantong pemkot, yakni APBD dan APBN.

Saat ini, sedang dibangun tiga kolam retensi, pertama kolam retensi di Tanjung Burung, Komplek Brimob jalan Demang Lebar Daun dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin.

Untuk ketiga kolam retensi disiapkan anggaran Rp12,5 miliar dari dana APBN dan APBD.

“Untuk Tanjung Burung lahan sudah dibebaskan, dan akan segera dibangun kolam retensi dengan luas 3.900 meter persegi yang akan mampu menampung air 15.000 meter kubik air,” terangnya.

Selain itu, dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga sedang mengerjakan kolam retensi di Komplek Brimob. Dimana, sedang dalam tahap pengerjaan.

“Selama ini wilayah itu sangat dikeluhkan, kedepan tidak akan lagi terjadi genangan air,” katanya.

Dia mengemukakan kolam retensi jadi salah satu langkah pemkot dalam mengatasi genangan air yang sering terjadi di beberapa daerah di Palembang.

“Palembang adalah daerah rendah dan jika hujan sedikit maka terjadi genangan air. Untuk mengatasi hal itu, akan dibangun 100 kolam retensi dan rumah pompa untuk mengatasi genangan,” katanya.

Sejauh ini berbagai cara terus dilakukan Pemkot Palembang melalui Dinas PU-PR dalam mengatasi genangan air di Palembang. Hanya saja, hal itu harus melalui proses.

Pasalnya, ada beberapa pekerjaan yang akan berbenturan dengan pekerjaan Light Rail Transit (LRT).

“Kami akan bekerja maksimal, dan terus dilakukan pekerjaan untuk mengatasi genangan air melalui pembangunan rumah pompa dan perbaikan saluran serta pembuatan kolam retensi,” katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya