Asian Agri: Pembangkit Biogas Beroperasi Mei 2019

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 24 Mei 2018 | 15:13 WIB
Asian Agri: Pembangkit Biogas Beroperasi Mei 2019
Pekerja menyalakan lampu dari energi biogas yang dihasilkan limbah kotoran manusia di Perumahan Nuansa Indah, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/4)./Antara-Arif Firmansyah

Bisnis.com, MEDAN —  PT Asian Agri menargetkan pembangunan 3 pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) yang sedang berjalan saat ini bisa selesai dan mulai beroperasi pada Mei tahun depan.

Head of Mill Asian Agri James Sembiring menyebutkan ketiga pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) yang sedang dibangun tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan fondasi.

“Yang tiga sedang dalam tahap pembagunan, sekarang masih di fondasi lah, diperkirakan bulan Mei [2019] selesa,” katanya, Kamis (24/5/2018).

Seperti diketahui, hingga saat ini, Asian Agri telah menyelesaikan pembangunan 7 dari target 20 PLTBg dengan perkiraan total investasi mencapai US$120 juta. PLTBg Tungkal Ulu di Jambi menjadi pembangkit ke tujuh yang dibangun oleh Asian Agri, telah beroperasi dan diresmikan pada Januari lalu.

Adapun ketiga pembangkit yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan tersebar di tiga lokasi di Sumatra Utara yakni di Aek Nabara, Tanjung Selamat, dan Gunung Melayu.

“Jadi sebenarnya yang tahun ini ketiganya di Sumatra Utara,” katanya.

Adapun kapasitas yang dikucurkan untuk masing masing pembangkit ini, sama dengan pembangkit yang ada di Tungkal Ulu yakni 2-2,2 MW. Demikian pula dengan jumlah investasi yang dikucurkan yakni sekitar US$6 juta.

Sama seperti PLTBg Asian Agri lainnya, produksi listrik dari ketiga PLTBg di Sumatra Utara ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan sementara sisanya akan dialirkan ke masyarakat melalui Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Kendati jumlah produksi listrik yang dihasilkan dan investasi yang dikucurkan sama, menurut James, harga listrik yang diproduksi belum tentu akan sama. Berdasarkan catatan Bisnis, harga listrik dari PLTBg Tungkal Ulu di Jambi berada di level Rp941 per kWh.

Hingga saat ini, Asian Agri telah menyalurkan rata-rata 40% dari produksi listriknya untuk keperluan masyarakat.

“Kita punya 7 [PLTBg], yang 6 sudah kita ada 40% kita salurkan ke PLN. Tergantung kebutuhan, berbeda-beda, rata rata lah,”katanya.

Dengan diselesaikannya ketiga PLTBg di Sumatra Utara ini pada 2019 Asian Agri sudah akan memiliki sedikitnya 10 dari target pembangunan 20 PLTBg hingga 2020.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya