Palembang Jadi Percontohan Smart City

Oleh: Dinda Wulandari 21 Mei 2018 | 16:27 WIB
Palembang Jadi Percontohan Smart City
Smart City. /Bisnis.com

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang menjadi percontohan penerapan program kota pintar atau smart city seiring terpilihnya kota itu dalam program Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City.

Penjabat sementara (pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan smart city merupakan program jangka panjang.

"Sehingga dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari pemerintah daerah dalam mengawal program yang telah disusun,” katanya, Senin (21/5/2018).

Dengan Kota Palembang menjadi role model Smart City Nasional 2018, harus diikuti kesiapan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Palembang untuk lebih kreatif dan inovatif dalam program terkait pengembangan Smart City.

“Harapannya pelayanan kepada masyarakat lebih inovatif, cepat, terukur dan mudah,” kata Najib.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Yanurpan Yany, mengatakan, terpilihnya Palembang sebagai role model smart city nasional 2018, bukan merupakan suatu kebetulan, tapi memang merupakan program yang dirancang sejak lama.

"Ini dibuktikan oleh pemkot pada 2016 memberikan alokasi dana APBD yang cukup besar untuk pengembangan hardware dan software yang dibutuhkan untuk program smart city," katanya.

Selain itu, dukungan datang dari Pimpinan DPRD Kota Palembang, di mana Ketua DPRD Palembang H. Iwan Darmawan datang langsung menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut.

Diketahui Gerakan Menuju 100 Smart City bertujuan membimbing pemerintah kota/kabupaten dalam menyusun smart city masterplan.

Dengan gerakan ini pemerintah kota/kabupaten diharapkan dapat lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi. Baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat, maupun dalam mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.

"Smart city bukan hanya soal beli teknologi, beli aplikasi. Tapi fokusnya mengubah proses bisnis agar dapat melayani masyarakat lebih baik. Setelah proses sudah berjalan, baru kita perlu enabler (teknologi dan aplikasi) untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam keterangan pers.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya