OJK : Perbankan Sumsel Stabil

Oleh: Dinda Wulandari 17 Mei 2018 | 14:16 WIB
OJK : Perbankan Sumsel Stabil
Ilustrasi/JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, PALEMBANG -- Kondisi perbankan di Sumatra Selatan pada kuartal I/2018 dinilai cukup baik dan stabil. Kondisi itu tercermin dari total pertumbuhan aset sebesar 6,7% secara year on year (yoy) dan shared secara nasional sebesar 1,17%.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel), Panca Hadi Suyatno, mengatakan kinerja yang positif tidak terlepas dari upaya konsolidasi yang dilakukan perbankan pada tahun lalu.

“Kinerjanya positif pada kuartal I/2018, terutama saya menyoroti rasio NPL yang cenderung turun pada periode tersebut sebagai efek konsolidasi yang dilakukan perbankan,” katanya baru-baru ini.

Panca mengatakan kinerja perkreditan Sumsel bisa terjaga dengan baik di mana rasio NPL masih di bawah level 5%.

Rasio NPL perbankan di Sumsel bisa ditekan menjadi 3,40%. Besaran itu menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai 3,53%.

Menurut dia, tahun lalu sektor yang banyak menyumbang NPL adalah perdagangan besar dan konstruksi.

Dia menilai seiring semakin dekatnya perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung pada Agustus nanti, dapat berpengaruh positif untuk penurunan rasio NPL di kedua sektor itu.

“Yang banyak kasih NPL itu perdagangan besar dan konstruksi, sehingga sektor itu harus dijaga, mudah-mudahan faktor Asian games bisa memacu peningkatan volume penjualan barang serta pembangunan,” katanya.

Di sisi aktiva, pertumbuhan total aset dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit sebesar 9,52% (yoy). Pertumbuhan itu ditopang oleh kredit modal kerja yang meningkat sebesar 17,77% pada kuartal I/2018.

Panca mengatakan kinerja pembiayaan perbankan di Sumsel sangat dipengaruhi oleh komoditas, yakni kelapa sawit, karet dan pertambangan.

Di sisi passiva, pertumbuhan total aset perbankan ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,69% atau senilai Rp76,14 triliun.

Menurut Panca, pertumbuhan DPK yang dua digit itu disokong oleh melesatnya pertumbuhan deposito sebesar 26,19% dari semula Rp24,33 triliun menjadi Rp30,71 triliun.

Namun demikian, komposisi dana murah yakni giro dan tabungan masih mendominasi DPK Sumsel sebesar 60% yang mencapai Rp45,44 triliun.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya