Harga Daging Sapi di Sumatra Utara Naik Rp10.000 Kilogram

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 17 Mei 2018 | 11:27 WIB
Harga Daging Sapi di Sumatra Utara Naik Rp10.000 Kilogram
Penjual daging sapi./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com,MEDAN- Tim Pemantau Harga Pangan Sumatra Utara mengamati terjadi kenaikan harga pada kebutuhan daging sapi dan daging ayam di kota Medan sejak H-1 Ramadhan tahun ini.

Ketua Tim Pemantau Harga Sumut Gunawan Benjamin menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan oleh pihaknya, harga daging sapi rata-rata naik sebesar Rp10.000 dengan harga jual saat ini berada di level Rp120.000-Rp130.000.

"Kenaikan harga daging tersebut sudah sesuai ekspektasi harga yang saya perkirakan sebelumnya. Kita tidak perlu meributkan harga daging sapi tersebut. Karena memang berdasarkan hitungan saya kenaikannya saat ini wajar," kata Gunawan, Kamis (17/5/2018).

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah ketersediaan pasokan sapi potong itu sendiri dan sejauh ini pasokan tersedia cukup. Kenaikan harga daging sapi ini, lebih dikarenakan kebijakan pedagang yang mensiasati banyaknya bagian sapi yang terbuang seperti kaki, kulit, kepala, tulang, jeroan, darah dan isi perut.

Pada dasarnya, bagian-bagian tersebut memang akan dibuang. Namun, bagian-bagian yang disebutkan tadi sulit untuk terjual karena saat ini masyarakat lebih membutuhkan dagingnya saja.

"Kita akan terus memantau harga daging sapi tersebut. Dan kita akan terus evaluasi kemungkinan-kemungkinan yang membuat harga daging sapi terlalu mahal. Namun, sejauh ini kenaikannya masih dalam batas ambang yang wajar," jelasnya.

Selain daging sapi, harga daging ayam juga mengalami penaikan harga saat ini didorong peningkatan permintaan yang berpotensi mendekati angka 300% di awal Ramadhan. Harga dagin ayam saat ini bertengger dikisaran Rp32.000 per Kg. Kenaikan permintaan ditambah dengan menurunnya pasokan pada sumber protein lain menjadikan harga daging ayam mengalami kenaikan.

Kendati demikian, dia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik sebab semua masih terkendali. Penaikan harga ini dikarenakan karena faktor konsumsi musiman yang sifatnya hanya sementara.

"Kita harapkan masyarakat bijak dalam mengkonsumsi kebutuhan protein. Masih banyak sumber protein lain yang bisa dijadikan santapan di rumah, tidak melulu harus daging. Masih ada produk turunan kacang kedelai ataupun telur ayam," paparnya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya