Sumsel Kebagian Dana Bergulir Rp211 Miliar

Oleh: Dinda Wulandari 16 Mei 2018 | 15:56 WIB
Ilustrasi/Bloomberg-Brent Lewin

Bisnis.com, PALEMBANG -- Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau LPDB-KUMKM tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun. Dari jumlah tersebut, Sumatra Selatan kebagian Rp211 miliar.

Direktur Utama LPDD-KUMKM Braman Setyo mengatakan, tahun ini melalui paradigma baru LPDB mengusung tri sukses yaitu, sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, dan sukses pengembalian.

"Alokasi kami tahun ini totalnya Rp1,2 triliun. Masing-masing Rp750 miliar untuk konvensional, dan Rp450 miliar syariah. Khusus Sumsel, alokasinya Rp211 miliar," katanya, di sela kegiatan sosialisasi di Palembang baru-baru ini.

Oleh karena itu, tahun ini pihaknya menggandeng sejumlah lembaga terkait guna memaksimalkan penjangkauan ke pelaku usaha, maupun koperasi. Diantaranya, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), TP-PKK, lembaga penjaminan.

"Ini merupakan bentuk sinergitas antara LPDB dengan mitra strategis yang nantinya bisa menjembatani informasi kepada masyarakat di setiap daerah," katanya.

Melalui pola ini, kata dia, informasi akses pembiayaan dari LPDB dapat lebih maksimal menjangkau masyarakat, sekaligus merupakan sebuah jalan keluar bagi pelaku usaha kecil yang selama ini mengalami kendala akses permodalan.

Dia menjelaskan, untuk memperoleh pinjaman nantinya bisa melalui Jamkrida, lalu ke Dinas Koperasi , nah dari dinas ini nantinya punya dua opsi lainya apakah melalui penjaminan atau tidak. Kemudian, bisa juga langsung mengajukan proposal ke LPDB di Jakarta.

"Apalagi LPDB tidak diperkenankan membuka cabang. Oleh karena itu, kedepannya tidak ada kata kendala lagi untuk penyaluran dana ke seluruh Indoneisa," katanya.

Sementara besaran pinjaman yang dapat diberikan mulai dari Rp2 miliar sampai Rp5 miliar dengan bunga pinjaman range 4,5%--7%. Badan Layanan Umum (BLU) milik Kementerian Koperasi dan UKM ini juga concern terhadap kendala koperasi dan UMKM dalam lemahnya proses pendampingan.

"Oleh karena itu kami juga akan menerapkan sistem pendampingan baik sebelum dana diberikan maupun pasca peminjaman," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Sumsel, Dian Askin Hatta mengatakan, dalam menghadapi kerjasama dengan LPDB ini, pihaknya telah melakukan pelatihan SDM ke Lembaga Pusat Pengembangan Indonesia (LPPI) sekitar 4 empa torang untuk pendamping.

"Nanti kami akan menyeleksi, mensurvei, dan melakukan monitoring evaluasi dengan skema minimal satu tahun dua kali," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya