Sumsel Kejar Target Investasi Rp29 Triliun

Oleh: Dinda Wulandari 23 April 2018 | 17:32 WIB
Sumsel Kejar Target Investasi Rp29 Triliun
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Megaria (kiri) saat pemaparan kinerja investasi Sumsel/Bisnis - Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan harus berupaya keras mengejar target investasi yang dipatok senilai Rp29 triliun tahun ini.

Pasalnya, hingga triwulan I/2018 Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat kisaran realisasi investasi baru tembus sekitar Rp3 triliun.

Kepala DPMPTSP Sumsel Megaria mengatakan realisasi itu berasal baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

“Memang angka realisasi itu belum fix, namun kami memang punya PR sangat banyak untuk mencapai target Rp29 triliun,” katanya, Senin (23/4/2018).

Megaria mengatakan jika melihat tren pencapaian dua tahun terakhir, nilai investasi Sumsel selalu melebihi target yang dipatok.

Berdasarkan catatan pihaknya, realisasi investasi Sumsel pada 2017 mencapai Rp25,7 triliun dari target Rp25,3 triliun.

Dia menjelaskan penyokong terbesar reaslisasi tersebut berasal dari dua perusahaan, yakni PT Hutama Karya Rp2,3 triliun dengan proyek jalan tol dan PT Tanjung Enim Lestari (TEL) senilai Rp3,2 triliun.

“Investasi PT TEL tahun lalu cukup besar karena mereka mengganti bahan baku sehingga proses permesinan di pabrik kertasnya ditambah,” katanya.

Lonjakan investasi tertinggi terjadi pada 2016 di mana target tercatat Rp20,62 triliun sementara realisasi mampu melejit jadi Rp47,36 triliun.

Menurut Megaria, tingginya realisasi itu ditopang oleh perusahaan yang menyelesaikan proyeknya dengan nilai investasi cukup besar, yakni PT OKI Pulp&Paper senilai Rp33,54 triliun.

Diketahui PT Oki Pulp&Paper tercatat telah menorehkan investasi total Rp43,68 triliun sejak pembangunan pada 2014 lalu.

“Rencananya OKI Pulp bakal berinvestasi lagi dengan membangun pabrik tisu pada 2019 nanti,” katanya.

Selain itu ada pula PT Semen Baturaja (Persero) Tbk yang membangun pabrik di OKU dengan nilai Rp2,36 triliun. Selanjutnya terdapat PT  Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang membangun pabrik di Palembang senilai Rp2,80 triliun.

Jika dirinci realisasi investasi di Sumsel masih didominasi PMA dibanding PMDN. Sementara untuk serapan tenaga kerja, 60% merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 40% berasal dari tenaga kerja asing (TKA).

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya