PDAM Tirtanadi Lelang Sejumlah Proyek Instalasi Pengolahan Air

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 20 April 2018 | 16:30 WIB
PDAM Tirtanadi Lelang Sejumlah Proyek Instalasi Pengolahan Air
PDAM/Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi melelang sejumlah proyek pengerjaan baik untuk pembangunan instalasi pengolahan air maupun peningkatan produksinya.

Pembangunan sejumlah instalasi baru serta peningkatan produksi instalasi eksisting dengan skema berbeda ini dilakukan guna memperbaiki kualitas layanan bagi para pelanggan.

“Sasaran utama dari pembangunan ini adalah meminimalkan keluhan pelanggan saat ini dan kalau ada produksi berlebih, barulah untuk menambah pelanggan,” kata Humas PDAM Tirtanadi Zaman K. Mendrofa kepada Bisnis, Jumat (20/4/2018).

Zaman menjelaskan, satu dari sejumlah proyek yang dilelang merupakan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) Sungai Denai dengan kapasitas 240 liter per detik. Proyek ini akan dikerjakan dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) bersama pihak swasta. Adapun masa konsesi 25 tahun.

Selama masa konsesi, PDAM Tirtanadi akan membeli air curah dari pihak swasta dan 25 tahun kemudian keseluruhan aset terbangun akan menjadi milik BUMD tersebut.

Selain pembangunan instalasi pengolahan air Sungai Denai, PDAM Tirtanadi juga akan menggunaan skema yang sama untuk peningkatan produksi IPA Tirta Lyionnaisse Medan (TLM) dari kapasitas 500 liter per detik saat ini, menjadi 900 liter per detik.

Sementara itu, proyek lain yang juga dilelang adalah peningkatan produksi IPA Sunggal tahap 2 dari kapasitas produksi saat ini 2.400 liter per detik menjadi 2.800 liter per detik, IPA Deli Tua dari 1.800 liter per detik menjadi 2.100 liter per detik dan pembangunan IPA Pancur Batu berkapasitas 40 liter per detik.

“Targetnya semua pembangunan itu sudah selesai dan beroperasi kuartal 3 tahun 2019,” kata Zaman.

Adapun biaya peningkatan dan pembangunan IPA Sunggal, Deli Tua, serta Pancur Batu diestimasi akan mencapai Rp106 miliar di mana Rp73 miliar diantaranya akan bersumber dari penyertaan modal Provinsi Sumatra Utara yang diberikan pada 2016 lalu. Sementara itu, untuk Rp33 miliar sisanya akan bersumber dari PDAM Tirtanadi sendiri.

Saat ini, PDAM Tirtanadi memiliki sekitar 480.000 pelanggan baik pelanggan dari kota Medan juga sejumlah kabupaten lain yang melakukan kerja sama operasi.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo menyebutkan khusus untuk pelelangan pembangunan IPA Baru sungai Denai diharapkan bisa selesai pada Juni tahun ini, dengan masa pengerjaan sektar 1,5 tahun.

“Begitu lelang, kontrak, langsung kita ground breaking secepatnya karena memang kebutuhan airnya sudah mendesak,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih kerap mendapat keluhan dari masyarakat yang menjadi pelanggan dengan rata-rata hingga 15 keluhan per hari untuk berbagai permasalaham seperti rekening, kebocoran pipa, air yang tidak mengalir atau mati. Kendati demikian, dia mengklaim bahwa sejauh ini keluhan-keluhan tersebut masih selalu bisa diatasi.

Selain sejumlah proyek di atas, menurut Sutedi, Gubernur Sumatra Utara T Erry Nuradi pada Desember lalu juga telah melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan IPA baru di Tanjung Morawa pada Desember 2017. IPA ini diharapkan bisa mengalirkan air hingga 400 liter per detik.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya