Tangkal Anak Jalanan dan Gepeng,Kota Palembang Gencarkan Patroli

Oleh: Dinda Wulandari 18 April 2018 | 15:22 WIB
Tangkal Anak Jalanan dan Gepeng,Kota Palembang Gencarkan Patroli
Pengemis/Kemsos.go.id

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang mulai meningkatkan patroli petugas Dinas Sosial untuk mengantisipasi peningkatan jumlah anak jalanan, gelandangan dan pengemis menjelang bulan Ramadhan 2018.

“Jelang ramadhan dapat dipastikan akan ada serbuan anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan dan pengemis) dari luar kota Palembang. Untuk antisipasi, kami sudah mulai menyiapkan tim,”  ujar Iksan Tosni, Sekretaris Dinsos Kota Palembang, hari ini Rabu (18/4/2018).

Dia mengemukakan tim patroli nanti dibagi menjadi tiga shift mulai dari patroli terpadu hingga patroli motor.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menyiapkan call center jika ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan anjal dan gepeng di Palembang. Dimana, masyarakat bisa menelepon atau sms ke nomor 08128319144.

“Penertiban terhadap anjal dan gepeng ini akan dilakukan sampai dengan pukul 11 malam setiap hari,” katanya.

Iksan menerangkan, penertiban anjal dan gepeng jelang Ramadhan ini, sudah mulai dilakukan beberapa hari yang lalu.

Di mana, tim penjangkauan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satop PP), Dinas Sosial, Aparati Kepolisian dam TNI, terus melakukan penyisiran dibantu patroli kendaraan bermotor.

“Sesuai dengan prosedur, setelah anjal dan gepeng tersebut ditangkap, maka akan dilakukan pembinaan di panti yang terletak di KM5 Palembang, selanjutnya akan dihubungi pihak keluarga dan dipulangkan,” katanya.

Selain mengerahkan patroli mobil dan motor, disiapkan juga satu unit ambulance yang akan membantu tim, dalam menangani gelandangan yang dalam kondisi sakit.

“Kami juga siapkan ambulance, untuk membawa gelandangan yang sakit. Nanti akan kita bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI untuk yang berdomisili di Palembang, dan RSUP Mohamad Hoesin untuk yang domisili diluar Palembang,” katanya.

Sejauh ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi dalam melakukan pembinaan terhadap anjal dan gepeng yang tertangkap.

“Kami hanya bisa menampung sampai dengan tiga hari, selanjutnya kami serahkan ke pihak keluarganya atau Dinsos Provinsi yang memiliki panti bagi anjal dan gepeng di Palembang,” ujarnya.

Dinsos Kota Palembang juga mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan memberikan sedekah kepada siapapun. Apalagi terhadap orang yang meminta dipinggir jalan.

“Ada aturan yang mengatur terkait aktifitas meminta sumbangan ataupun sedekah. Pertama, Perda Nomor 44 Tahun 2002 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Nomor 13 Tahun 2007 tentang perubahan atas perda sebelumnya. Jadi tidak sembarangan,” ujarnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya