WALIKOTA BATAM: Jumlah Pengusaha Harus Lebih Besar Dari ASN

Oleh: SARMA HARATUA SIREGAR 18 April 2018 | 00:58 WIB
WALIKOTA BATAM: Jumlah Pengusaha Harus Lebih Besar Dari ASN
Pemandangan di satu sudut Kota Batam./Dok. Kementerian Pariwisata

Bisnis.com, BATAM – Walikota Batam Muhammad Rudi mendorong pertumbuhan pengusaha di Batam kendati belum ada survey mengenai rasio jumlah pengusaha di Batam, tetapi dia menegaskan jumlah pengusaha di Batam masih jauh dari rasio ideal yang dibutuhkan.

Rudi menegaskan, Batam akan mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang signifikan bila seluruh stakeholder mampu mendorong pertumbuhan jumlah pengusaha di Batam. Batas idealnya, Jumlah pengusaha harus lebih tinggi dibanding jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Jika ASN lebh banyak, kotanya tak akan maju,” ujarnya saat membuka Diklatda HIPMI Kepri di Planet Holiday, Selasa (17/4/2018).

Mengenai korelasi antara jumlah pengusaha dengan pertumbuhan ekonomi, Rudi berkaca dengan sejumlah negara tetangga yang pertumbuhannya lebih cepat.

Dari data yang dipaparkannya, jumlah pengusaha di Singapura tercatat sekitar 7 persen dari jumlah penduduknya. Sementara di Malaysia rasionya sekitar 5 persen, sementara Thailand sekitar 3 persen dari jumlah penduduk.

Sementara jumla pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dibanding jumlah pendudulk. Batam menurutnya masih jauh dari angka tersebut. Demikian pula Kabupaten dan Kota lain yang ada di Kepulauan Riau.

“Kita masuh jauh dari jumlah ideal. Kalau ingin Batam maju, pengusaha harus diperbanyak,” jelasnya.

Pemerintah kota Batam berkomitmen menciptakan iklim berusaha kondusif untuk mendukung tumbuh kembang pengusaha baru di Batam. Mulai dari memberikan kemudahan perizinan, hingga membuka akses permodalan dan pasar yang memadai untuk pengusaha muda di Batam.

“Pemerintah harus ikut serta membantu pengusaha muda di Batam. Tentunya melalui regulasi dalam kemudahan berusaha,” jelasnya.

Pemko Batam bersama stakeholder terkait terus berupaya membuka lapangan-lapangan usaha untuk masyarkat Batam. Melalui pembangunan infrastruktur-infrastruktur pendukung yang memadai. sebut saja seperti infrastruktur destinasi wisata.

Melalui program pembangunan infrastruktur tersebut, pengusaha muda bisa mengambil peran. Bisa mendukung pembangunan infrastrukturnya, atau memanfaatkan infrastruktur yang ada untuk mencari peluang-peluang usaha baru.

“Kalau akses jalan sudah dibuka, tentu akses ke berbagai daerah sudah bisa lebih mudah. Banyak peluang-peluang usaha yang bisa dijajaki,” jelasnya.

Sekretaris Umum HIPMI Kepri Tirta Mulyadi mengatakan, pihaknya siap memberikan kontribusi strategis unutk pertumbuhan ekonomi Kepri. Sinergi semua stakeholder, baik dari sisi pengushaa maupun pemerintah diyakini mampu mendorong ekonomi di daerah ini tumbuh signifikan.

“Sama-sama kita mengembangkan Batam dan menghadapi maslah-maslah ekonomi yang selama ini kita rasakan,” jelasnya.

Dari hasil pertemuan HIPMI dengan Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya peran HIPMI dalam mendorong pembangunan infrastruktur di daerah. Dalma hal ini, HIPMI siap memberikan sumbangsih potensi yang dimilikinya, agar bisa bersinergi menciptakan iklim usaha yang lebih baik dari pembangunan infrastruktur.

“Seperti misalnya di Papua, Ketua Umum HIPMI memberikan laporan mengenai efek pembangunan infrastruktur kepada masyarkat. Di Kepri juga serupa, HIPMI ingin membantu pemerintah dalam hal yang sama,” jelasnya.

Dari sisi pemerintah, lanjut Tirta, harus mampu menelurkan regulasi-regulasi yang pro dunia usaha. Dengan demikian,Batam bisa menjadi tempat berusaha yang nyaman buat pengusaha muda, sehingga pertumbuhannya juga semakin tinggi.

“Dengan iklim yang nyaman, tentu pertumbuhan juga nyaman. Dengan demikian peran pengusaha muda di Batam terhadap ekonomi akan semakin signifikan,” jelasnya.

Editor: Martin Sihombing

Berita Terkini Lainnya