Hipmi Kepri Target Cetak 1.000 Pengusaha Muda dalam 3 Tahun

Oleh: Sarma Haratua Siregar 16 April 2018 | 19:37 WIB

Bisnis.com, BATAM – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri akan cetak seribu pengusaha baru di Kepri dalam tiga tahun mendatang. HIPMI bertekad meningkatkan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan ini.

“HIPMI ingin meningkatkan peran serta enterpreneur muda untuk perekonomian yang lebih mandiri,” ujar Wakil Ketua Bidang Perindustrian, perdagangan dan BUMN HIPMI Kepri Lisa Yulia.

HIPMI menilai Kepri harus mulai menciptakan kemandirian ekonomi melalui generasi mudanya. Perubahan pola pikir generasi muda yang selama ini terpaku hanya ke dunia kerja perlu perlahan-lahan dorong untuk jadi lebih produktif.

Pilihan menjadi wirausaha sejak dini menjadi salah satu cara yang menurut HIPMI jadi solusi mendorong kembali program ekonomi mandiri di Kepri. HIPMI Kepri akan mendorong program inkubasi pengusaha muda untuk meningkatkan produktifitas.

Salah satu misi yang akan dilakukan adalah mencetak pengusha dari kalangan mahasiswa. HIPMI berharap ketika lulus Perguruan Tinggi mereka tak lagi berorientasi pekerja, tapi bisa menciptakan lapangan kerja.

“Tamat kuliah jangan Cuma bercita-cita jadi PNS atau pekerja. Tapi kita dorong jadi enterpreneur,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, HIPMI mendorong sinergi semua stakeholder, baik swasta maupun pemerintah. Dia menjelaskan, pemerintah dan sektor private perlu memfasiltasi tumbuh kembang wirasusaha muda demi kelangsungan ekonomi yang lebih mandiri dan mapan.

Kemudahan perizinan juga menjadi dukungan riil yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada pengusaha muda di bawah HIPMI. Menurutnya kemudahan perizinan menjadi kunci wirausaha muda memulai usahanya.

Berikutnya adalah akses ke pasar global. HIPMI yakin kualitas sejumlah produk wirausaha muda Kepri sudah layak masuk pasar global. Sekama ini kolaborasi pengusaha muda lintas kabupaten/Kota sudah berjalan, terutama untuk terus menelurkan produk unggulan yang layak jual di pasar ekspor.

“Pemerintah tak hanya mengandalkan pengusaha besar untuk ekspor. UMKM bisa naik kelas karena dukungan pemerintah,” jelasnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainya