Investor Australia Tertarik Kembangkan KEK Pariwisata Senilai Rp7 Triliun

Oleh: Sarma Haratua Siregar 06 Maret 2018 | 21:34 WIB

Bisnis.com, BATAM – Investor Australia Scarisbrick International Sdn.Bhd tawarkan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata kepada BP Batam. Perusahaan ini siap menggelontorkan dana investasi sebesar Rp7 triliun.

Konsep KEK yang diberi nama The New City ini akan dibangun di atas lahan seluas 100 hektar. Hasil survey sementara, Scarisbrick International tertarik mengembangkan KEK pariwisata itu di kawasan pinggir laut Barelang.

“Kami sudah survei sejumlah wilayah di Indonesia. Konsep yang kami tawarkan lebih cocok diterapkan di Batam,” ujar Managing Director Scarisbrick International Sdn.Bhd Geoff Harisson.

Seperti namanya, konsep The New City seperti membangun kota baru yang mandiri di dalam kota Batam. Menawarkan konsep gaya hidup mewah, dengan kualitas layanan bintang lima kepada pengunjungnya.

The New City nantinya akan terdiri dari hunian berkelas internasional, apartmen mewah, pusat retail, spa, tempat wisata hiburan dan fasilitas rumah sakit bintang lima. Penghuni The New City nantinya bisa merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Pembangunannya akan menyerap 5 ribu tenaga kerja dalam kota dan 4 ribu tenaga kerja luar kota,” tuturnya.

Scarisbrick International menilai Batam punya keunggulan komparasi dan keunggukan kompetitif dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia. Salah satunya dari sisi keamanan dan letaknya yang sangat strategis.

Isu keamanan di Batam menurutnya masih sangat bersih, sehingga wisatawan mancanegara masih nyaman berkunjung ke kawasan ini. Selain itu harga kebutuhan yang cenderung lebih murah disebut-sebut sebagai alasan mereka memilih Batam.

Scarisbrick International menawarkan sejumlah keuntungan bila konsep ini bisa diterima di Batam. Nilai tambah sektor pariwisata Batam tentu akan terdongkrak cukup tinggi. Pasalnya, length of stay wisman di Batam akan semakin tinggi.

Wisman akan betah berlama-lama di Batam karena dimanjakan dengan fasilitas luxury di kawasan The New City. Selama berada di batam, tentu saja spending wisman di Batam akan semakin tinggi. Sektor perdagangan akan mendapat manfaat besar.

Khusus hunian mewah di KEK Pariwisata ini akan menyasar para pensiunan dari berbagai negara maju. Banyak orang dari berbagai negara mencari tempat menghabiskan waktu di masa-masa pensiun mereka.

“Pasar terbesar ada di Rusia, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia,” jelasnya

Batam jadi salah satu tempat yang memadai untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, karena iklim yang bagus. Batam juga dinilai masih sangat aman. Gaya hidup ekonomi yang lebih murah, membuat mereka bisa menghabiskan masa pensiun dengan biaya yang lebih baik.

“Mereka bisa jual rumahnya di negara asal, mereka ambil hunian di Batam dan hidup dengan biaya yang lebih murah,” tuturnya.

Akses transportasi yang mudah membuat orang-orang yang memilih hunian di kawasan ini bisa dengan mudah mendapatkan transportasi ke negara asalnya sewaktu-waktu. Kunjungan anggota keluarga secara berkala ke Batam juga akan menambah pundi-pundi Batam di sektor pariwisata.

“Ada penerbangan di Singapura dan Jakarta yang mendukung aksesibilitas dari Batam ke berbagai negara,” jelasnya.

Untuk mendukung tingkat kenyamanan, pelayanan di KEK Pariwisata ini akan dibuat seefisien mungkin. Setiap hunian akan diberikan service push button. Jika ditekan, akan terhubung dengan fasilias service kawasan. Mulai dari pelayanan makanan, housekeeping juga pelayanan medis.

“Pasar yang kita sasar membutuhkan pelayanan yang juga memastikan keselamatan mereka. Mereka ingin agar ketika menekan tombol di rumahnya, staff akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk ketika membutuhkan pertolongan medis,” jelasnya.

Sistem yang diterapkan sangat efisien. Sehingga ketika seseorang butuh pertolongan medis, akibat serangan stroke misalnya, mereka bisa mendapat pertolongan hanya dalam 4 menit. Rumah sakit yang ada di KEK tersebut difasilitasi dengan fasiltias medis internasional guna memastikan pelayanan medis yang lebih baik.

“Seluruh kawasan akan dikontrol penuh oleh penjaga keamanan. Sehingga hanya penghuni dan tamunya yang bisa masuk ke dalam kawasan. Kawasan ini akan jadi tempat dengan keamanan tertinggi,” jelasnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo cukup tertarik usulan konsep KEK Pariwisata yang ditawarkan Scarisbrick International. BP Batam ingin menaikan kunjungan Wisman ke Batam, sekaligus memperpanjang waktu tinggalnya.

Mengenai lahan yang dibutuhkan masih perlu dikonsolidasikan. Seperti diketahui, lahan di Batam semakin terbatas. Butuh waktu bagi BP Batam untuk mencari lahan seluas itu, sehingga belum bisa memastikan lokasi yang akan diberikan.

“Soal dimana itu butuh waktu. Tapi kita kan carikan,” jelasnya.

Usulan ini akan jadi bagian penting bagi pertimbangan mengembangkan KEK di Batam. Sektor Pariwisata menjadi salah satu zona enclave KEK yang akan dikembangkan di Batam. Namun mengenai lokasi persisnya, belum diketahui.

“Kami akan coba cari dimana lokasi yang cocok dengan luas lahan yang memadai. Itu memungkinkan jadi enclave, tapi ini jadi PR bersama,” ujarnya.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya