Gelar Acara di Rumah, Pesta Pernikahan Putri Presiden Tak Picu Macet

Oleh: Yoseph Pencawan 25 November 2017 | 16:25 WIB
Gelar Acara di Rumah, Pesta Pernikahan Putri Presiden Tak Picu Macet
/bisnis.com

Bisnis.com, MEDAN - Banyak masyarakat menggelar pesta pernikahan di rumah, bukan di hotel atau aula besar, dan tidak sedikit dari pelaksanaan acara tersebut menimbulkan kemacetan lalu lintas sehingga menyulitkan aktivitas publik.

Apalagi pasangan yang menikah adalah keluarga dari pejabat atau tokoh-tokoh.

Pasangan M Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu Siregar pun memilih pelaksanaan pesta pernikahannya di Rumah. Setelah di Solo, pesta pun kembali digelar di Medan.

Rumah kediaman keluarga Bobby di Kawasan Setia Budi Indah, Komplek Bumi Hijau Regency, Nomor 123., menjadi pilihan tempat.

Namun, meskipun acara dihelat di rumah, tetapi kondisi lalu lintas di seputaran salah satu kawasan permukiman terbesar di Medan itu tampak tidak mengalami kemacetan.

Terutama saat berlangsungnya acara pada hari ini, Sabtu (25/11/2017), puncak pelaksanaan prosesi adat pernikahan Bobby-Kahiyang.

Sejak dimulainya prosesi adat pada sekitar pukul 8 pagi sampai berakhirnya acara pada sekitar pukul 12 siang, arus lalu lintas nyaris tidak tersendat di seputaran kawasan tersebut, termasuk di Jalan Ringroad/Gagak Hitam.

Padahal jalan ini juga menjadi ruas utama lintas Sumut-Aceh, yang selalu dilintasi kendaraan-kendaraan angkutan besar.

Jika melihat dari jumlah kehadiran tamu undangan yang mencapai 5.000 orang lebih, jalan ini sangat berpotensi mengalami kemacetan, terlebih, di sekitarnya juga banyak berdiri restoran, mal dan tempat keramaian lainnya.

Pada hari-hari biasa, sepanjang ruas jalan tersebut juga rentan terjadi kemacetan, terutama pada pagi dan sore hari.
Kondisi ini tentu tidak terlepas dari peran petugas lalu lintas dari pihak kepolisian dan institusi keamanan lain.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso mengatakan, pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas di seputaran Jalan Ringroad/Gagak Hitam, sampai dengan Minggu (26/11), dengan pola yang berbeda.

Puncak kepadatan lalu lintas diyakini akan terjadi pada Minggu saat berlangsungnya Kirab Budaya. Dalam kirab ini akan melibatkan 22 kereta kuda dan puluhan becak motor (Betor) hias.

Dit Lantas Polda Sumut menyiapkan tim pengurai kemacetan yang beranggotakan puluhan personel. Tim pengurai bekerja secara mobile di sekitar lokasi pelaksanaan acara dan rute kirab.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya