Bisnis Indonesia Online » Industri » Agribisnis
Senin, 28/09/2009 17:12 WIB
Kinerja PTPN IV belum penuhi target RKAP 2009
oleh : Master Sihotang
MEDAN (Bisnis.com): Dirut PTPN IV Dahlan Harahap menyatakan kinerja PTPN IV pada 2008 berbeda dengan target dan prognosa pada 2009, dimana sampai Agustus tahun ini masih minus 2,67% di bawah rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP)
”Walaupun capaian laba tidak akan sebaik 2008, namun komitmen bersama dengan Komisaris maupun karyawan target kinerja fisik harus lebih baik dari pada 2008 atau kalau mungkin melebihi target yang telah disepakati dalam RKAP 2009 dalam waktu yang tersisa hanya 3 bulan lagi,” ujarnya di Medan hari ini.
Menurut dia, sehubungan dengan hal tersebut agar seluruh jajaran karyawan dan staf BUMN itu lebih bekerja keras dalam mengejar target kinerja yang sudah digariskan dalam RKAP 2009, karena melihat data produksi sampai dengan bulan Agustus 2008, masih berada di bawah target RKAP. Secara total, capaian sampai bulan Agustus 2009 masih berada 2,67% di bawah RKAP yang sudah ditetapkan pada awal tahun.
Dirut memaparkan, capaian produksi Grup Unit Usaha (GUU) I, minusnya minus 5,89%; GUU II minus 6,88%; GUU III plus 1,28% dan GUU IV plus 2,94%.
Dia menyatakan keprihatinnya dengan kondisi seperti ini, karena pada bulan Agustus 2009 sudah mengadakan rapat pejabat teras yang mana pada waktu itu disepakati bahwa pada bulan September 2009 tidak ada lagi GUU yang minus produksinya.
Menutup ketekoran produksi sampai Agustus 2009 itu, paparnya, September 2009 produksi harus dikejar, namun ternyata masih ada GUU yang minus produksinya.
“Dari laporan yang saya terima, pada saat posisi minus, restan produksi di lapangan masih terjadi. Restan [produksi yang tertinggal] mengakibatkan berkurangnya berat tandan buah segar, mutu menurun dan lain sebagainya. Masih adanya brondolan tertinggal di lapangan, masih adanya ancak (kapel) panen yang tidak selesai pada minggu tersebut. saya betul-betul prihatin” tegasnya.
bisnis.com
Berita Lain
- Kinerja PTPN IV belum penuhi target RKAP 2009
- Harga karet ekspor di Palembang turun
- Depdag terbitkan izin ekspor pupuk urea
- Areal tanam tembakau deli menyusut 90%
- Sumut butuh perda periksa residu pestisida