Bisnis Indonesia Online » Bisnis » Perdagangan
Kamis, 17/09/2009 16:46 WIB
Volume ekspor Sumut menurun 42,40%
oleh : Eria Latifolia Eno
MEDAN (Bisnis.com): Volume ekspor Sumut di bulan Agustus mengalami penurunan sebesar 42,40%. Hal ini dipicu masih minimnya permintaan dan harga internasional yang masih belum membaik.
Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Sub Dinas Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sumut, Fitra Kurnia,mengatakan permintan yang masih belum pulih tersebut berasal dari negara yang banyak membeli komoditas hasil pertanian maupun pertambangan dari Sumut.
"Meski turun sampai 42% ada beberapa komoditas juga yang mengalami peningkatan seperti kakao dan holtikultura. Kita juga optimis di beberapa bulan mendatang harga akan membaik," ujarnya.
Berdasarkan data dari Disperindag Sumut, volume ekspor bulan Agustus mencapai US$ 2,01 miliar sedangkan bulan lalu sampai US$ 3,49 miliar. Untuk nilai ekspor di bulan Agustus juga mengalami penurunan mencapai 8,71%.
Pengamat perdagangan luar negeri Sumut, Suhairil Latif, memberikan contoh komoditas karet alam dan Crude Palm Oil (CPO) yang menurun akibat isu global saat ini.
"Saat ini Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif impor untuk produk dari China terutama karet mencapai 25%. Hal ini tentu berdampak kepada harga karet di dunia," katanya.
bisnis.com
Berita Lain
- Pasokan beras di Lampung lancar
- Ekspor pertambangan Jambi turun 99,20%
- Ekspor Hong Kong merosot 13,9%
- Lebaran tidak ganggu arus barang di Belawan
- Harga cabai merah masih tinggi di Medan